Rabu, 15 Januari 2014

Cerpen : Tak Pantas Untukmu





            Jepret  foto  dari  telephon  genggam  terdengar  jelas dari  arah belakangku,aku menoleh dan sedikit melirik  ke belakang dan melihat apa yang seseorang  itu  lakukan...?  Gadis  itu diam-diam memfoto  seorang  laki-laki  tampan  yang  saat  itu  berada dalam  satu  mata kuliah. Yaaah, sudah  biasa  aku melihat  pemandangan seperti  itu disaat  aku  satu mata kuliah dengan  mereka. Laki-laki  itu  memang  tampan, banyak  pula yang  suka dengan dia begitu juga dengan aku, aku sangat menyukainya. Radit  namanya. Ia sangat pendiam  dikampus,  jarang sekali  bicara dan cuek. Sangat sulit mendekati  laki-laki  seperti  itu, jalan pikirannya susah  ditebak dan sulit sekali mencari  informasi  tentang  dirinya.
            Sering kali aku  mengamati gadis-gadis yang  menyukainya, mencari  tahu dari teman-temanku, dari jejaring sosial, mengamati dengan mataku sendiri, semua aku lakukan  hanya untuk tahu seberapa besar mereka menyukai lelakiku. Apakah  Radit menggubrisnya atau tidak. Dari pengamatanku  itu, aku  menemukan salah satu gadis yang  begitu menyukai Radit.  Begitu besar  rasa cintanya,yang  membuat diriku sendiri malu untuk menyukai Radit. Gadis yang  memfoto Radit diam-diam, Cindy namanya. Aku selalu melihat status-status facebooknya, tweet, blog  dan  semuanya tentang Radit, betapa Ia mencintainya, mengaguminya dan sangat menginginkannya. Walaupun Ia menyamarkan nama, entah menyebutnya apa tapi aku tahu yang  ia maksud  itu lelakiku. Kudengar dari salah satu temanku ia pandai melukis, dan kebanyakan lukisannya gambar seorang lelaki perawakan kurus, tinggi, berambut hitam dengan gaya rambut cepak, bermata lebar sayu, berkulit putih dan senyum bak  seorang aktor yang menawan . Dengan berbagai pose ia gambarkan , dari posisi duduk, berdiri dan bersandar di dindingpun ia gambarkan, tentu itu gambar Radit kan? perawakan  yang sama persis. Kemarin lusa aku dengar ia memberi surat kepada Radit, tetapi Radit tidak membacanya malah  membuangnya dan Cindy pun menangis tiga hari tiga malam sampai ia bolos kuliah. Oh.. Tuhan, Dia begitu menyukai  Radit. Kalau dibuat presentase. Cindy menyukai Radit 110% dari 100% . Kalau  rasa suka ada perhitungan presentase seperti  itu dan dilihat dari sikap yang kami tunjukkanpun  aku jelas-jelas kalah mutlak dari Cindy.
            Dalam  lamunanku aku terhentak sadar karena telephon genggamku berbunyi. Seorang  lelaki  mengajakku bertemu, besok di taman  belakang kampus. Begitu singkat yang  Ia ucapkan sampai aku tidak sempat  menjawab  iya ataupun menolak permintaan itu. Ia memang  lelaki yang  sangat egois  dan  seenaknya sendiri.
            Selesai pelajaran aku  langsung menuju ke taman, ternyata ia sudah  menungguku.
“ kamu mau bicara apa?” sahutku
“aku mau membicarakan hubungan  kita, aku tidak betah lagi kalau hubungan  kita diam-diam, aku ingin semua teman kita tahu kalau kita pacaran”
“kenapa Dit? Bukankah kamu sudah  menyetujui kesepakatan kita?” jawabku
“Aku sudah muak dengan gadis-gadis itu, setidaknya kalau mereka tahu aku sudah punya kamu, mereka akan menjauhiku. Apa kamu tidak cemburu mereka mendekatiku ?”
“tentu aku cemburu, tetapi aku tidak tega dit.. ada salah satu dari mereka yang  sangat mencintaimu… dia begitu menyukaimu..mungkin dia lebih ber hak denganmu dibandingkan aku” dengan perasaan  hancur aku harus mengatakan itu.
Radit terdiam, lalu bertanya “ benarkah?..kalau begitu seberapa besar kamu  mencintaiku Sil..sampai kamu bisa bilang  ia yang lebih ber hak atas diriku? sepertinya kau malah menyuruhku dengan Dia”
Dengan perasaan seperti tersambar petir, kejatuhan  batu 5 ton, terseret roller coaster dan beribu perasaan bersalah, Aku tidak menjawab, lalu pergi meninggalkannya.

The End

Manfaat dan Keutamaan Sholat Tahajud & Sholat Malam


Sholat Tahajud: Keutamaan, Tata Cara, Manfaat
 Assalamu'alaikum wr. wb. Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.

Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .

Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)

Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)

Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.


Itulah manfaat dan keutamaan sholat tahajud  yang saya rangkum dari beberapa sumber terpercaya

 
http://augustreinaldo.blogspot.com/2013/06/manfaat-dan-keutamaan-sholat-tahajud.html 

14 KEUTAMAAN SHOLAT MALAM

Pada tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai fadillah sholat malam, berikut akan dijabarkan kembali mengenai keutamaan sholat malam. Pada kesempatan ini akan diuraikan mengenai 14 keutamaan sholat malam. Banyak hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan fadillah dan keutamaan sholat malam diantaranya :

Pertama : Sholat malam adalah ibadah yang biasa dikerjakan orang-orang sholeh, ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah dari perbuatan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
"Hendaklah kalian sholat malam, karena sholat malam adalah kebiasaan yang dikerjakan orang-orang sholeh sebelum kalian, ia adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah perbuatan dosa." (HR. Tirmidzi)

Kedua : Sholat malam merupakan sholatnya para abraar (orang-orang yang banyak berbuat kebaikan), Nabi SAW jika mendoakan salah seorang diantara sahabat beliau berkata :
"Semoga Allah menjadikan atas kamu sholatnya orang-orang yang banyak berbakti, mereka sholat di malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka tidak mempunyai dosa dan tidak pula melakukan kejahatan." (HR. Abd al-Humaid dan abd-Dhiyaa' al Maqdisi dan disahihkan oleh Syeikh al-Albani r.a [silsilah al-Ahadits ash-Shahiihah no : 1810])

Ketiga : Sholat malam adalah sholat yang disaksikan (masyhudah). Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya dekat-dekatnya Allah kepada seorang hamba adalah di tengah malam, maka jika kamu mampu tergolong orang-orang yang mengingat Allah pada saat itu, jadilah." (HR. Ibnu Khuzaimah dalam "shahihnya" no : 1085)
Dari Amr bin Abasah r.a. berkata :
Aku berkata : Wahai Rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang paling didengar (oleh Allah)? beliau bersabda : "Pertengahan malam yang terakhir, maka sholatlah sesukamu, karena sholat tersebut disaksikan dan dicatat hingga kamu sholat subuh." (HR. Abu Dawud)
Hadits Ali bin Abi Thalib r.a., Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya seorang hamba bila bersiwak, lalu berdiri mengerjakan sholat, maka berdirilah seorang malaikat dibelakangnya lalu mendengarkan bacaannya dengan seksama kemudian dia mendekatinya - atau beliau mengucapkan kalimat seperti itu - hingga malaikat itu meletakkan mulutnya di atas mulutmu, maka tidaklah keluar dari mulutnya bacaan Al-Qur'an itu melainkan langsung ke perut malaikay, oleh sebab itu bersihkanlah mulut-mulut kalian untuk membaca Al-Qur'an."

Keempat : Sholat malam salah satu amal yang menyebabkan pelakunya masuk surga berdasarkan sabda Nabi SAW :
"Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap, niscaya kamu masuk surga dengan penuh kedamaian." (HR. Ibnu Majah)

Kelima : Orang yang bangun dari tidurnya untuk mengerjakan sholat niscaya akan terlepas dari ikatan setan, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :
"Setan mengikat tiga ikatan pada bagian belakang kepala salah seorang di antara kamu ketika tidur, dia mengencangkan setiap ikatan itu (seraya berkata) malam yang panjang bagimu, maka tidurlah! jika ia bangun lalu mengingat Allah, terlepaslah satu ikatan, jika ia berwudhu maka terbukalah satu ikatan lagi, dan jika ia sholat terbukalah sata ikatan lagi, lalu ia menjadi semangat lagi veria dan jika tidak, jiwanya menjadi jelek lagi malas." (HR. Bukhari)

Keenam : Sholat malam sebagai sebab rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, berdasarkan hadits Rasulullah SAW :
"Allah merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari lalu dia sholat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia sholat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya." (HR. Abu Dawud)
Hadits ini sebagai anjuran untuk membangunkan isteri/keluarga agar mengerjakan sholat malam.

Ketujuh : Orang yang mengerjakan sholat malam memperoleh cinta Allah, dari Abu Darda' r.a. berkata Nabi SAW bersabda :
"Tiga golongan yang Allah mencintai dan tertawa kepada mereka serta memberi mereka berita gembira; orang yang manakala ada sekelompok pasukan terbuka peluang perang, dia berperang di belakang barisan pasukan itu dengan dirinya karena Allah SWT, (dia diantara satu dari dua pilihan) terbunuh atau dimenengkan oleh Allah SWT dan dicukupinya, maka Dia berkata : "Lihatlah kepada hamba-Ku ini, bagaimana ia bersabar dengan dirinya karena Aku. Orang yang mempunyai isteri yang cantik dan kasur yang lembut lagi bagus, lalu dia bangun sholat di malam hari, maka Allah berkata : Dia meninggalkan syahwatnya dan mengingat Aku, sekiranya dia mau tentunya dia tidur dan orang yang mana bila dia berada dalam perjalanan bersama para musafir yang bergadang lalu tidur maka dia bangun sholat di akhir malam baik dalam kondisi tidak senang atau senang." (HR. Thabrani)

Delapan : Sholat malam memasukkan seorang hamba tergolong orang-orang yang banyak berdzikir mengingat Allah, berdasarkan hadits Abu Hurairah dan Abu Sa'id al-Khudri r.a., Rasulullah SAW bersabda :
"Apabila seorang suami membangunkan isterinya di malam hari lalu mereka sholat berjama'ah dua raka'at niscaya mereka dicatat tergolong orang-orang yang banyak mengingat (Allah)." (HR. Abu Dawud)
Sedangkan orang yang banyak berdzikir mengingat Allah, akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar di sisi-Nya. Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (Al-Ahzaab : 35)

Sembilan : Orang-orang yang paling mulia di antara umat ini, mereka yang senantiasa mengerjakan sholat di malam hari, Abdullah bin Abbas r.a. meriwayatkan dari Rasulullah SAW beliau bersabda :
"Orang-orang yang paling mulia dari umatku adalah para pembawa Al-Qur'an dan orang-orang yang senantiasa sholat di malam hari." (HR. Ibnu Abid Dun-ya dan al-Baihaqi)
Dalam hadits Sahl bin Sa'ad dia berkata :
"Jibril pernah datang kepada Nabi SAW lalu berkata : "wahai Muhammad! hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mati, berbuatlah sekenhendakmu sesungguhnya engkau akan dibalas dengannya dan cintailah siapa saja yang engkau sukai, sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya, ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mu'min adalah (dengan) sholat malam dan kehormatan/keperkasaan manakala tidak tergantung kepada manusia." (HR. Thabrani)

Sepuluh : Sholat malam sholat yang paling afdhol setelah sholat lima waktu, berdasarkan hadits Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda :
"Puasa yang paling afshol setelah puasa ramadhan adalah di bulan Muharram dan sholat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR. Muslim)
Dan Riwayat yang lain beliau bersabda :
"Sholat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah sholat di tengah malam." (HR. Muslim)

Sebelas : Orang-orang yang senantiasa sholat malam memiliki surga yang khusus untuk mereka. Dari Abdullah bin Umar dari Nabi SAW bersabda :
"Sesungguhnya di surga ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyiapkannya untuk orang yang memberikan makan, melembutkan tutur kata, senantiasa mengikuti sholat dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap." (HR. Thabrani)
Pada redaksi yang lain berbunyi :
"Sesungguhnya di surga itu ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya", maka Abu Malik al-Asy'ariy bertanya : "untuk siapakah ruangan itu, wahai Rasulullah? "beliau bersabda : "Untuk orang yang baik pembicaraannya, yang memberikan makan dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur." (HR. Thabrani)

Dua Belas : Setiap malam ada dua saat, jika seorang hamba berdo'a pada saat tersebut niscaya do'anya terkabul, berdasarkan hadits jabir bin Abdullah r.a. beliau berkata aku mendengar Nabi SAW bersabda :
"Sesungguhnya pada malam hari ada dua saat, tidaklah seorang muslim memohon kepada Allah kebaikan dari urusan dunia dan akhirat bertepatan dengan saat tersebut, melainkan Dia memberikan permohonan dan hal tersebut pada setiap malam." (HR. Muslim)
Tiga Belas : Abdullah bin Mas'ud berkata :
"Sesungguhnya Allah tertawa kepada dua orang, seorang yang bangun meninggalkan kasur dan selimutnya di malam yang dingin, lalu ia berwudhu kemudian is sholat, maka Allah SWT berkata kepada para malaikat-Nya : "Apa yang mendorong hamba-Ku ini berbuat demikian? Mereka menuturkan : "(Karena) mengharapkan apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu", maka Allah-pun berkata : "Sesungguhnya Aku telah memberikan apa yang diharapkannya dan mengamankannya dari apa yang ditakutinya." (HR. ath-Thabrani)

Empat Belas : Orang yang berniat akan bangun di malam hari untuk melaksanakan sholat malam, lalu tertidur maka dicatat baginya pahala sholat malam, dari Abu Darda r.a. berkata, Nabi SAW bersabda :
"Barang siapa mendatangi kasurnya dengan niat akan bangun untuk sholat di tengah malam, kemudian dia tertidur hingga pagi hari, niscaya dicatat baginya niatnya, dan tidurnya sebagai sedekah dari Rabb-nya." (HSR Nasaa'i, Ibn Majah, Ibn Khuzaimah)

Soreng Pati tokoh cikal bakal Desa Cabean Demak



            Desa Cabean adalah salah satu desa di Kota Demak. Desa Cabean berada di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Proponsi Jawa Tengah dengan kode kelurahan atau desa 33.21.11.2008. Desa Cabean terbagi menjadi 3 bagian yaitu Cabean Barat, Cabean Tengah (Umbul ), Cabean Timur ( jombor ).
            Keberadaan suatu desa tidak dapat terlepas dari tokoh babad alas, yaitu orang-orang yang pertama kali datang untuk membuka menjadi tempat tinggal. Munculnya Desa Cabean tidak dapat dilepaskan dari ketiga orang yang menjadi cikal bakal. Orang yang pertama kali datang dan membentuk komunitas. Mereka adalah pendatang yang memiliki tugas khusus dari kesultann Demak. Mereka adalah Soreng Pati, Kyai Kamal, dan Nyai Ringgit. Tetapi pada tulisan berikut hanya membahas tentang mbah Soreng Pati, orang yang pertama kali datang dan membabad alas di daerah cabean ini.
METODE PENELITIAN DATA
            Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara wawancara, adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide atau panduan wawancara ( Nazir : 1988). Wawancara merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap survey. Tanpa wawancara, peneliti akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden, karena data semacam itu merupakan tulang punggung suatu penelitian.
            Dalam wawancara yang saya lakukan saya memilah-milah dahulu narasumber yang sekiranya mengerti akan asal-usul desa saya. Saya memilih salah dua tokoh penting di desa saya, beliau seorang ta’mir masjid dan mantan pemain ketoprak di desa saya dan ustadz di desa saya.


Berikut adalah kisahnya atau seluk beluk Mbah soreng pati dari informasi yang saya dapatkan melalui kedua narasumber tersebut:
            Dahulu kasultanan Demak dipimpin oleh Raden Sultan Fatah yang merupakan keturunan raja terakhir dari kerajaan Majapahit, yaitu Raja Brawijaya V. Raden Fatah memerintah Demak dari tahun 1500-1518 M. Raden Fatah tampil sebagai raja pertama Kerajaan Demak. Ia  menaklukan kerajaan Majapahit.  Raden patah mempunyai tiga orang putera yang pertama Raden Surya (Adipati Unus), Raden Trenggono dan Raden Kikin.
Setelah Raden Fatah wafat, tahta kerajaan Demak dipegang oleh Adipati Unus. Ia memerintah Demak dari tahun 1518-1521 M. Masa pemerintahan Adipati Unus tidak begitu lama, karena ia meninggal dalam usia yang masih muda dan tidak meninggalkan seorang putera mahkota. Setelah Adipati Unus meninggal, tahta kerajaan Demak kosong. Akhirnya terjadi perebutan kekuasaan antara anak-anak dari Raden Patah. Terjadi persaingan ketat antara Sultan Trenggana dan Pangeran Seda Lepen (Kikin). Akhirnya kerajaan Demak dipimpin oleh Sultan Trenggana dengan menyuruh anaknya yaitu Prawoto untuk membunuh pangeran Seda Lepen (Kikin). Dan akhirnya sultan Trenggana manjadi sultan di kerajaan Demak. Pangeran Seda Lepen (Kikin) mempunyai putra bernama Arya Penangsang, mengetahui ayahnya dibunuh Arya penangsang berniat membalas kematian ayahnya.
            Sultan Trenggana memerintah Demak dari tahun 1521-1546 M. Dibawah pemerintahannya, kerajaan Demak mencapai masa kejayaan. Sultan Trenggana berusaha memperluas daerah kekuasaannya hingga ke daerah Jawa Barat.
Dalam usaha memperluas kekuasaannya ke Jawa Timur, Sultan Trenggana memimpin sendiri pasukannya. Satu persatu daerah Jawa Timur berhasil di kuasai, seperti Madiun, Gresik, Tuban dan Malang. Akan tetapi ketika menyerang Pasuruan 953 H/1546 M Sultan Trenggana gugur. Jadi Sultan Trenggana berkuasa selama 42 tahun.
Sultan Trenggana meninggalkan dua orang putra dan empat putri. Anak pertama perempuan dan menikah dengan Pangeran Langgar, anak kedua laki-laki, yaitu sunan prawoto, anak yang ketiga perempuan, menikah dengan pangeran kalinyamat, anak yang keempat perempuan, menikah dengan pangeran dari Cirebon, anak yang kelima perempuan, menikah dengan Jaka Tingkir (Hadiwijaya), dan anak yang terakhir adalah Pangeran Timur.
            Pergantian kepemimpinan pasca wafatnya Sultan Trenggono tidak dapat berjalan mulus dikarenakan terjadi konflik di Kerajaan Demak Bintoro. Faktor penyebab adalah konflik dari intern (dalam kerajaan) dan faktor ekstern (perbedaan pandangan dari para wali sembilan tentang calon pengganti Sultan Trenggono). Ketika Sunan Prawoto akan dinobatkan menjadi penerus tahta kerajaan mendengar hal itu Arya Penangsang geram dan ingin membunuh Sunan Prawoto karena ia sebagai penghalang atas naik tahtanya dan juga untuk membalas kematian ayahnya.
Akhirnya Sunan Prawata meninggal terbunuh beserta isterinya oleh  kaki tangan Arya Penangsang. Setelah Sunan Prawata wafat, ia kemudian membunuh Pangeran Hadiri, suami Ratu Kalinyamat. Pangeran Hadiri berhasil dibunuh oleh pengikut Arya Penangsang dalam perjalanan pulang dari Kudus, mengantarkan istrinya dalam rangka minta keadilan dari Sunan Kudus atas dibunuhnya Sultan Prawata oleh Arya Penangsang. Namun Sunan Kudus tidak dapat menerima tuntutan Ratu Kalinyamat karena ia memihak Arya Penangsang. Menurut Sunan Kudus, Sultan Prawata memang berhutang nyawa kepada Arya Penangsang yang harus dibayar dengan nyawanya. Arya Penangsang juga mencoba membunuh Adipati Pajang Hadiwijaya, menantu Sultan Trenggana.
            Kematian Sunan Prawata dan Pangeran Hadiri tampaknya membuat selangkah lagi bagi Arya Penangsang untuk menduduki tahta Demak. Meskipun pembunuhan terhadap Sunan Prawata dan Pangeran Hadiri telah berjalan mulus, namun Sunan Kudus merasa belum puas apabila Arya Penangsang  belum menjadi raja, karena masih ada penghalangnya yaitu Hadiwijaya. Setelah berdiskusi dengan Sunan Kudus.  Arya Penangsang berencana membunuh Hadiwijaya dengan menyuruh orang kepercayaannya yaitu ”Soreng Pati”, Soreng Singaparna, Soreng Satru dan Soreng Rono namun mengalami kegagalan. Karena sultan Hadiwijoyo lebih sakti, beliau kemudian merampas pusaka-pusaka kaki tangan Arya Penangsang. Maka tertangkaplah kaki tangan Arya Penangsang. Sultan hadiwijaya tidak membunuh mereka tetapi malah diberi hadiah, mereka hanya ditanyai dan sebagian soreng ada yang pulang di daerah kudus diperguruan sunan kudus dan  di dimarahi. Kemudian mbah soreng pati diangkat murid oleh Sunan Kalijaga dan beliau tidak pulang ke kudus  dan ditempatkan di Desa Cabean.
            Jadi Soreng Pati adalah orang kepercayaan Arya Penangsang (cucu Raden Patah). Setelah pergantian pemerintahan kerajaan dari Sultan Trenggono ke Sultan Hadiwijoyo (Jaka Tingkir) muncul pemberontakan dari Arya Penangsang yang merasa memiliki hak untuk menjadi raja di Demak. Soreng Pati merupakan Abdi dalem Kaesultanan Demak terutama sebagai salah satu kakitangan dari Arya Penangsang.
            Ketika datang ke daerah Desa Cabean, Soreng pati membabad alas Desa ini dan menjadikan yang semula adalah hutan menjadi sebuah pemukiman . Beliau termasuk trah senopati. Mbah Soreng pati beragama islam tetapi masih kejawen karena masih melekatnya suasana hindu kerajaan Majapahit pada masa itu. Mbah Soreng pati mempunyai hobi atau suka menyabung ayam. Warga Desa cabean termasuk orang abangan yang belum begitu mengenal agama penduduk watak temperament mudah tersinggung dan tutur bahasa yang pedas adalah cirri khas dari desa ini (hal tersebut juga salah satu factor desa inin dinamakan Desa Cabean). Watak sebelum tahun 1980 kebanyakan mempunyai watak keras karena terbawa dari sifat Mbah Soreng Pati tadi. Setelah 1980 kesini warga Desa Cabean sudah mengenal agama  terutama agama Islam secara mendalam. Bisa dikatakan bahwa Mbah Soreng hidup di Cabean dari tahun 1500-an, jadi nama beliau sudah ada di Desa Cabean sejak 500 tahun yang lalu. Asal usul mbah soreng pati ia berasal dari daerah Gunungproto Purwodadi Grobogan. Beliau orang yang sakti. Ketika datang di Desa ini beliau bujang dan kemudian menikah di desa ini.
             Ketika mbah soreng pati wafat beliau dimakamkan di Cabean Tengah dan komplek pemakamannya dinamakan “Makam Simbah Soreng Pati”. Dan juga di desa ini terdapat nama jalan bernamakan “Jalan Soreng Pati”  karena dipercaya jalan itu tempat tinggal atau pusat kekuasaan mbah Soreng Pati dan disitu pula jalan dimana Makam Simbah Soreng Pati berada.
            Dahulu tidak ada yg berani membangun makam Mbah Soreng alasannya takut menyinggung (kualat) terhadap Mbah Soreng. Tetapi baru-baru ini pada tahun 2011 para sesepuh desa Cabean baru berani membangun makam Mbah Soreng Pati. Dikarenakan untuk mempermudah warga Cabean jika ingin berziarah ke makamnya. Ketika ada hajatan ataupun acara keagamaan pasti nama Mbah Soreng Pati selalu diikutsertakan.
            Sumbangsih Mbah Soreng di Desa Cabean selain orang yang pertama kali datang dan membuka jalan di Desa ini juga mengajarkan pertanian bercocok tanam dan ilmu bela diri. Karena jaman dahulu orang-orang di Desa Cabean belum mengerti tentang bercocok tanam. Dahulu ketika awal-awal bercocok tanam, tanaman cabe lah yang banyak ditanam sehinggga desa ini dinamakan Desa Cabean.  Hal itu adalah satu factor kenapa nama desa  tersebut dinamakan Desa Cabean.

Sejarah di Desa Cabean Demak




            Istilah nama Desa Cabean tidak saya temukan dalam pencarian informasi yang saya cari. Tetapi jika ditelusuri secara bahasa, kata “Cabean” berasal dari bahasa Jawa. Dalam Kamus Bahasa Jawa, kata “cabe” berarti nama suatu tanaman yang buahnya untuk campuran jamu. Sedangkan tambahan akhiran “-an” dalam bahasa Jawa menunjukan tempat. Dengan demikian, Cabean adalah suatu tempat menanam pepohonan yang bernama “cabe” yang buahnya digunakan untuk campuran jamu.
            Desa Cabean sendiri terdapat 3 bagian wilayah atau tempat, yaitu cabean (itu sendiri), sekaran, dan jombor. Nama “sekaran” juga tidak dapat dilepaskan dengan keberadaan kasultanan Demak. Sekaran berasal dari kata “sekar” yang berarti bunga. Jadi, sekaran adalah tempat yang dijadikan kasultanan Demak untuk menanam bunga. Dahulu, Demak merupakan kerajaan yang besar dan sering mengadakan hajatan dan upacara-upacara kerajaan. Dalam rangka pelaksanaan hajatan serta upacara jelas kasultanan memerlukan bunga untuk wangi-wangian.
            Sekaran sendiri adalah tempat yang sangat luas. Namun pada masa Wilem Hirman Daendelas membangun jalan nasional yang dikenal jalan “Daendelas” dari Anyer (Banten) hingga Panarukan (Jawa Timur). Jalan tersebut membelah sekaran menjadi dua bagian; bagian utara ikut desa Cabean dan bagian selatan ikut desa Mranak kecamatan Wonosalam.
            Sedangkan kata “jombor” berasal dari kata “jember” yang artinya tempat yang berair. Sebab, saat itu jombor adalah rawa yang banyak airnya. Air tersebut digunakan untuk menyiram bunga-bunga di sekaran. Jombor sebagai tempat berair karena memang berada di persimpangan dua sungai besar yaitu kali Ombo dan kali Lanang.
            Keberadaan suatu desa tidak dapat terlepas dari tokoh babad alas, yaitu orang-orang yang pertama kali datang untuk membuka menjadi tempat tinggal. Munculnya Desa Cabean tidak dapat dilepaskan dari ketiga orang yang menjadi cikal bakal. Orang yang pertama kali datang dan membentuk komunitas. Mereka adalah pendatang yang memiliki tugas khusus dari kesultann Demak. Mereka adalah Soreng Pati, Kyai Kamal, dan Nyai Ringgit.
1.      Soreng Pati
            Soreng pati adalah salah satu penjaga kadipaten Jipang Panolan (perbatasan Kediri Malang) yang sangat sakti. Arti nama Soreng sendiri berasal dari kata “suro” yang artinya berani, dan “-eng” artinya dalam segala hal. Sedangkan kata “pati” artinya mati. Sehingga, Soreng Pati adalah nama julukan orang yang berani menghadapi apapun, termasuk berani mati.
            Pada masa pemerintahan kasultanan Demak yang ke-3, yaitu Sultan Trenggono (1521-1546) Soreng Pati ditugaskan oleh pihak istana untuk menjaga wilayah pintu masuk kasultanan Demak bagian arah Timur Laut. Seperti diketahui, bahwa kerajaan Demak selain melalui sungai Tuntang juga datang melalui sungai yang sampai ke Cabean. Dapat dikatakan, desa Cabean saat itu adalah pintu gerbang kerajaan terluar jalur laut dari arah Jepara dan Timur Laut.
            Pada jaman dahulu, transportasi banyak memanfaatkan sungai-sungai. Kerajaan Demak sendiri dikelilingi oleh sungai. Hal ini dimaksudkan apabila ada musuh yang menyerang kerajaan dapat dengan mudah diketahui karena lewat sungai. Pada saat itu, kerajaan Demak dibawah pemerintahan Sultan Trenggono, Demak sangat maju dan luas wilayahnya, banyak tamu dari luar pulau atau luar negeri. Mereka ke Demak ada yang berdagang maupun untuk hubungan pemerintahan kerajaan. Karena begitu strategisnya desa Cebean, maka soreng pati diberi tugas oleh kasultanan secara khusus untuk menjaganya, mengantisipasi apabila ada musuh yang datang dari Jepara dan dari arah Timur Laut.
            Soreng Pati adalah orang kepercayaan Arya Penangsang (cucu Raden Patah). Setelah pergantian pemerintahan kerajaan dari Sultan Trenggono ke Sultan Hadiwijoyo (Jaka Tingkir) muncul pemberontakan dari Arya Penangsang yang merasa memiliki hak untuk menjadi raja di Demak. Sultan Hadiwijoyo adalah menantu Sultan Trenggono. Sultan Hadiwijoyo merasa bukan keturunan langsung dari Raden Patah dan memberikan keleluasaan kepada keturunan Raden Patah untuk tinggal di kasultanan Demak. Sehingga, pemerintahan kerajaan Demak dipindah ke Pajang.
            Dengan suatu perencanaan yang matang Arya Penangsang bermaksud membunuh Sultan Hadiwijoyo. Ia mengutus anak buahnya yang sakti yaitu Soreng Pati, Soreng Singaparna, Soreng Satru dan Soreng Jaya untuk membunuh Sultan Hadiwijoyo dengan pusaka keris Setan Kober. Meskipun demikian, mereka berempat gagal membunuh Sultan Hadiwijoyo yang lebih sakti ilmunya.
            Setelah peristiwa tersebut tidak ada lagi berita mengenai kehidupan Soreng Pati. Ketika ia meninggal dimakamkan di Sekaran, dan komplek pemakamannya dinamakan “Makam Simbah Soreng Pati”.
2.      Kyai Kamal
            Kyai Kamal bertempat di Cabean karena utusan kasultanan Demak. Ia adalah seorang penghulu kerajaan Demak yang ditugaskan untuk urusan keagamaan bagi masyarakat Cabean dan sekitarnya seperti Tempuran dan Betokan. Kyai Kamal ditugaskan untuk mengurus orang yang meninggal, perkawinan, serta mengajarkan agama Islam bagi masyarakat setempat. Selain itu, Kyai Kamal memiliki kemampuan dalam hal pengobatan. Ketika ia meninggal dimakamkan di Cabean, sehingga komplek pemakaman tersebut dinamakan “Makam Kyai Kamal”.
3.      Nyai Ringgit
            Nyai Ringgit adalah seorang istri dari punggawa kerajaan demak yang ditugaskan untuk menjaga tempat tanaman bunga (jawa=sekar) milik kerajaan Demak. Tempat tanaman bunga itu kemudian disebut “sekaran”. Apabila ada utusan kasultanan Demak membutuhkan bunga untuk upacara atau acara kerajaan, ia bertugas untuk mengambilnya.
            Nyai Ringgit menyiram tanaman bunga dengan mengambil air yang ada di rawa (Jombor) sebelah timur Sekaran. Ia sering pergi ke rawa yang terdapat air. Selain untuk mengambil airnya guna menyiram bunga, juga untuk mencari ikan. Sehingga, selesai menyiram dan merawat bunga, ia lebih banyak menghabiskan waktu dipinggir rawa. Hingga meninggalnya ia dimakamkan di Jombor, dan komplek pemakamannya dinamakan “Makam Nyi Ringgit”.
Selain tokoh babad alas diatas saya juga mendapatkan informasi tentang tempat-tempat bersejarah di desa Cabean, diantaranya yaitu :
1.      Batu Bobot
            Masyarakat desa Cabean biasa menyebut batu bobot dengan “watu kuning”, sebab batu tersebut berwarna kekuning-kuningan. Batu bobot terletak di tengah-tengah persawahan desa Cabean. Batu ini memiliki nilai sejarah karena berhubungan dengan Sultan Trenggono.
            Pada masa kasultanan Demak, terdapat kadipaten Panarukan (wilayah kerajaan Blambangan) yang tidak mau tunduk kepada kasultanan Demak. Sebagian besar rakyat panarukan saat itu beragama Hindu-Buddha. Sultan Trenggono bermaksud menjadikan  kadipaten Panarukan menjadi bagian dari kerajaan Demak agar dakwah Islam dapat diterapkan disana.
            Untuk itu, Sultan Trenggono bermaksud menyerang kadipaten Panarukan, sebelum ia berangkat menyerang ke Panarukan, Sultan Trenggono melakukan semedi terlebih dahulu diatas sebuah batu yang dikenal dengan “batu bobot” atau masyarakat menyebut “watu kuning”
            Selama bersemedi Sultan Trenggono mendapat petunjuk dari Allah SWT agar membatalkan niatnya. Akan tetapi, karena kebenciannya terhadap Portugis yang membantu Panarukan hal itu tetap dilakukan. akibatnya ia kalah saat melawan Adipati Pekik.
2.      Umbul
            Umbul berasal dari bahasa Jawa yang artinya air yang memancar. Umbul terletak di tengah-tengah Sekaran. Airnya tidak pernah berhenti memancar keluar. Tidak ada informasi yang pasti tentang asal muasa siapa yang membuat. Tetapi keberadaannya bukanlah kebetulan. Artinya, kemunculannya memang sengaja dibuat.
            Sejalan dengan itu, Demak apabila musim kemarau panjang tidak ada air . Hal demikian dikhawatirkan tanaman bunga yang ada di Sekaran akan mati semua. Sehinga keberadaan Umbul digunakan airnya untuk menyiram bunga-bunga ketika kemarau. Ketika Belanda menjajah Indonesia dan di Demak Belanda membuat gudang (sekarang SMU Negeri 2 Demak) yang berdekatan dnegan Cabean untuk menyimpan hasil pertanian. Orang-orang yang menyerang Belanda sering berlari dan bersembunyi di Cabean. Sehingga, Belanda mengejar dan masuk ke Cabean. Melihat adanya sumber air yang keluar, Belanda kemudian membangun tempat tersebut (umbul),  sehingga air tersebut bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat.

Entri Populer

bayi ngedot

semut

Paste Kode jam yang telah diparse disini