Jepret foto
dari telephon genggam
terdengar jelas dari arah belakangku,aku menoleh dan sedikit
melirik ke belakang dan melihat apa yang
seseorang itu lakukan...?
Gadis itu diam-diam memfoto seorang laki-laki tampan yang saat itu berada dalam satu mata kuliah. Yaaah, sudah biasa aku melihat pemandangan seperti itu disaat aku satu
mata kuliah dengan mereka.
Laki-laki itu memang tampan, banyak pula yang suka dengan dia begitu juga dengan aku, aku
sangat menyukainya. Radit namanya. Ia
sangat pendiam dikampus, jarang sekali
bicara dan cuek. Sangat sulit mendekati
laki-laki seperti itu, jalan pikirannya susah ditebak dan sulit sekali mencari informasi
tentang dirinya.
Sering kali aku mengamati gadis-gadis yang menyukainya, mencari tahu dari teman-temanku, dari jejaring
sosial, mengamati dengan mataku sendiri, semua aku lakukan hanya untuk tahu seberapa besar mereka
menyukai lelakiku. Apakah Radit
menggubrisnya atau tidak. Dari pengamatanku
itu, aku menemukan salah satu
gadis yang begitu menyukai Radit. Begitu besar
rasa cintanya,yang membuat diriku
sendiri malu untuk menyukai Radit. Gadis yang
memfoto Radit diam-diam, Cindy namanya. Aku selalu melihat
status-status facebooknya, tweet, blog dan semuanya
tentang Radit, betapa Ia mencintainya, mengaguminya dan sangat menginginkannya.
Walaupun Ia menyamarkan nama, entah menyebutnya apa tapi aku tahu yang ia maksud
itu lelakiku. Kudengar dari salah satu temanku ia pandai melukis, dan
kebanyakan lukisannya gambar seorang lelaki perawakan kurus, tinggi, berambut
hitam dengan gaya rambut cepak, bermata lebar sayu, berkulit putih dan senyum
bak seorang aktor yang menawan . Dengan
berbagai pose ia gambarkan , dari posisi duduk, berdiri dan bersandar di
dindingpun ia gambarkan, tentu itu gambar Radit kan? perawakan yang sama persis. Kemarin lusa aku dengar ia
memberi surat kepada Radit, tetapi Radit tidak membacanya malah membuangnya dan Cindy pun menangis tiga hari
tiga malam sampai ia bolos kuliah. Oh.. Tuhan, Dia begitu menyukai Radit. Kalau dibuat presentase. Cindy
menyukai Radit 110% dari 100% . Kalau
rasa suka ada perhitungan presentase seperti itu dan dilihat dari sikap yang kami
tunjukkanpun aku jelas-jelas kalah
mutlak dari Cindy.
Dalam lamunanku aku terhentak sadar karena telephon
genggamku berbunyi. Seorang lelaki mengajakku bertemu, besok di taman belakang kampus. Begitu singkat yang Ia ucapkan sampai aku tidak sempat menjawab
iya ataupun menolak permintaan itu. Ia memang lelaki yang
sangat egois dan seenaknya sendiri.
Selesai pelajaran aku langsung menuju ke taman, ternyata ia
sudah menungguku.
“
kamu mau bicara apa?” sahutku
“aku
mau membicarakan hubungan kita, aku
tidak betah lagi kalau hubungan kita diam-diam,
aku ingin semua teman kita tahu kalau kita pacaran”
“kenapa
Dit? Bukankah kamu sudah menyetujui
kesepakatan kita?” jawabku
“Aku
sudah muak dengan gadis-gadis itu, setidaknya kalau mereka tahu aku sudah punya
kamu, mereka akan menjauhiku. Apa kamu tidak cemburu mereka mendekatiku ?”
“tentu
aku cemburu, tetapi aku tidak tega dit.. ada salah satu dari mereka yang sangat mencintaimu… dia begitu menyukaimu..mungkin
dia lebih ber hak denganmu dibandingkan aku” dengan perasaan hancur aku harus mengatakan itu.
Radit
terdiam, lalu bertanya “ benarkah?..kalau begitu seberapa besar kamu mencintaiku Sil..sampai kamu bisa bilang ia yang lebih ber hak atas diriku? sepertinya
kau malah menyuruhku dengan Dia”
Dengan
perasaan seperti tersambar petir, kejatuhan batu 5 ton, terseret roller coaster dan
beribu perasaan bersalah, Aku tidak menjawab, lalu pergi meninggalkannya.
The End
king88bet adalah agen bola terpercaya dan terpopuler di tanah air
BalasHapus