Rabu, 15 Januari 2014

Cerpen : Tak Pantas Untukmu





            Jepret  foto  dari  telephon  genggam  terdengar  jelas dari  arah belakangku,aku menoleh dan sedikit melirik  ke belakang dan melihat apa yang seseorang  itu  lakukan...?  Gadis  itu diam-diam memfoto  seorang  laki-laki  tampan  yang  saat  itu  berada dalam  satu  mata kuliah. Yaaah, sudah  biasa  aku melihat  pemandangan seperti  itu disaat  aku  satu mata kuliah dengan  mereka. Laki-laki  itu  memang  tampan, banyak  pula yang  suka dengan dia begitu juga dengan aku, aku sangat menyukainya. Radit  namanya. Ia sangat pendiam  dikampus,  jarang sekali  bicara dan cuek. Sangat sulit mendekati  laki-laki  seperti  itu, jalan pikirannya susah  ditebak dan sulit sekali mencari  informasi  tentang  dirinya.
            Sering kali aku  mengamati gadis-gadis yang  menyukainya, mencari  tahu dari teman-temanku, dari jejaring sosial, mengamati dengan mataku sendiri, semua aku lakukan  hanya untuk tahu seberapa besar mereka menyukai lelakiku. Apakah  Radit menggubrisnya atau tidak. Dari pengamatanku  itu, aku  menemukan salah satu gadis yang  begitu menyukai Radit.  Begitu besar  rasa cintanya,yang  membuat diriku sendiri malu untuk menyukai Radit. Gadis yang  memfoto Radit diam-diam, Cindy namanya. Aku selalu melihat status-status facebooknya, tweet, blog  dan  semuanya tentang Radit, betapa Ia mencintainya, mengaguminya dan sangat menginginkannya. Walaupun Ia menyamarkan nama, entah menyebutnya apa tapi aku tahu yang  ia maksud  itu lelakiku. Kudengar dari salah satu temanku ia pandai melukis, dan kebanyakan lukisannya gambar seorang lelaki perawakan kurus, tinggi, berambut hitam dengan gaya rambut cepak, bermata lebar sayu, berkulit putih dan senyum bak  seorang aktor yang menawan . Dengan berbagai pose ia gambarkan , dari posisi duduk, berdiri dan bersandar di dindingpun ia gambarkan, tentu itu gambar Radit kan? perawakan  yang sama persis. Kemarin lusa aku dengar ia memberi surat kepada Radit, tetapi Radit tidak membacanya malah  membuangnya dan Cindy pun menangis tiga hari tiga malam sampai ia bolos kuliah. Oh.. Tuhan, Dia begitu menyukai  Radit. Kalau dibuat presentase. Cindy menyukai Radit 110% dari 100% . Kalau  rasa suka ada perhitungan presentase seperti  itu dan dilihat dari sikap yang kami tunjukkanpun  aku jelas-jelas kalah mutlak dari Cindy.
            Dalam  lamunanku aku terhentak sadar karena telephon genggamku berbunyi. Seorang  lelaki  mengajakku bertemu, besok di taman  belakang kampus. Begitu singkat yang  Ia ucapkan sampai aku tidak sempat  menjawab  iya ataupun menolak permintaan itu. Ia memang  lelaki yang  sangat egois  dan  seenaknya sendiri.
            Selesai pelajaran aku  langsung menuju ke taman, ternyata ia sudah  menungguku.
“ kamu mau bicara apa?” sahutku
“aku mau membicarakan hubungan  kita, aku tidak betah lagi kalau hubungan  kita diam-diam, aku ingin semua teman kita tahu kalau kita pacaran”
“kenapa Dit? Bukankah kamu sudah  menyetujui kesepakatan kita?” jawabku
“Aku sudah muak dengan gadis-gadis itu, setidaknya kalau mereka tahu aku sudah punya kamu, mereka akan menjauhiku. Apa kamu tidak cemburu mereka mendekatiku ?”
“tentu aku cemburu, tetapi aku tidak tega dit.. ada salah satu dari mereka yang  sangat mencintaimu… dia begitu menyukaimu..mungkin dia lebih ber hak denganmu dibandingkan aku” dengan perasaan  hancur aku harus mengatakan itu.
Radit terdiam, lalu bertanya “ benarkah?..kalau begitu seberapa besar kamu  mencintaiku Sil..sampai kamu bisa bilang  ia yang lebih ber hak atas diriku? sepertinya kau malah menyuruhku dengan Dia”
Dengan perasaan seperti tersambar petir, kejatuhan  batu 5 ton, terseret roller coaster dan beribu perasaan bersalah, Aku tidak menjawab, lalu pergi meninggalkannya.

The End

1 komentar:

Entri Populer

bayi ngedot

semut

Paste Kode jam yang telah diparse disini